Minggu, 28 Juni 2020

My Portofolio



Bagi saya menjadi guru itu adalah bagian dari jalan dakwah. Mengajak pada kebaikan, dan menolak kemungkaran, penerang bagi mereka yang masih gelap dengan ilmu pengetahuan, dan menjadi partner untuk mencetak generasi pemimpin masa depan yang Adil dan bijaksana.
Bagi saya juga guru itu adalah sebuah amanah yang Allah titipkan kepada saya untuk membantu mensyiarkan Islam dan membangun ukhuwah demi membangun perdaban Islam yang maju.

Berikut adalah beberapa kegiatan dan pengalaman saya selama menjadi Guru


1. Pernah mengajar di MTs Swasta Al Ridho 2017-2018 mengampu mata pelajaran Sejarah kebudayaan Islam, Alquran Hadist dan Fiqih Kelas VII-IX
 
2. Guru Relawan di SMP N 5 Tanjung Morawa 2018-2019 mengampu mata pelajaran Agama Islam kelas VII-IX

3. Guru Kelas 2 di Sekolah Az Zakiyah Islamic Leadership 2019-sekarang
 
Pelatihan dan Organisasi
1. Instruktur PKR PLN 2019 di Unit Pelaksana Pendidikan dan Pelatihan Tuntungan Medan Tuntungan

2. Ketua Umum Organisasi Ittihadul Muslimin 2018

3. Ketua Lembaga
Pembinaan Pengembangan Keluarga Sakinah (LPPKS) Badan komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Medan Tembung 2019-sekarang

4. Ketua Divisi IT FODIUM (Forum Da'i dan Ustadz Muda) Kota Medan 2019-Sekarang

5. Pembina Pramuka Penggalang Gugus depan 13.223-13.224 Pangkalan MTsN 2 Medan 2017-Sekarang

6. Pembina Pramuka Penggalang Pangakalan Ummul Quro Deli Serdang 2017-2018

7. Pelatih/Guru Studio Musik MAN 1 Medan 2017-2018


Pelatihan dan Pendidikan

1. Diskusi bersama guru-guru di Sekolah Az-Zakiyah Islamic  Leadership seputar sistem pendidikan di negara Finlandia. berikut hasil diskusi yang dapat diambil

"Bahwa sistem pendidikan yang dibangun oleh negara finlandia sebenarnya menerapkan sistem pendingin Islam.
Guru-guru disana juga dipersiapkan untuk menjadi orang yang dapat memberi contoh disamping memberikan ilmunya.
Bahkan sejak usia dini sudah disampaikan attitude. Maka mereka belajar tidak merasa terkekang, melainkan mereka bebas belajar (merdeka belajar) dan  di support dari berbagai pihak yang turut andil dalam mensukseskan dan mendukung pendidikan di negara tersebut, pemerintah, Lembaga masyarakat, sekolah, guru orang tua dsb Sangat peduli dengan pendidikannya. "Mereka bukan mayoritas Islam tapi seakan akan ada Islam disana".

Guru di sana adalah profesi yang paling bergensi dan bahkan untuk penghargaannya tidak tanggung-tanggung, mereka benar-benar mempersiapkan tenaga pendidik yang memiliki kualitas dan ilmu yang luas. dan bahkan guru-guru di sana rutin membuat penelitian sebagai usahanya mendidik anak-anak.
Guru itu pekerjaan mulia, maka tidak sembarangan orang bisa jadi guru. Jika hanya sekedar memberi ilmu siapa saja bisa. Setiap kita punya cara sendiri dalam mengajar, bukan berarti stagant, namun perbanyak refrensi agar dapat menempatkan diri pada keadaan tertentu. ternayata di negara Finlandia itu berbagai pihak ikut terlibat untuk mendidik anak anak disana. mulai dari keluarga, masyarakat dan bahakan di urus oleh negaranya dengan lengkap tadan berkualitas. Untuk mendidik 1 anak butuh satu negara mengurusnya.

Berbicara tentang PR di finlandia ternyata ada PR. Kebanyakan anggapan orang-orang khususnya di Indonesia mengatakan bahwa sekolah-sekolah di Finlandia meniadakan PR.
Disana memang ada pekerjaan rumah/tambahan yang hrus diselesaikan oleh siswa/i mengingat setiap dari mereka memiliki target tertentu dalam menempuh pendidikan nya.
Jadi pemberian PR disesuaikan dengan kebutuhan siswa/i yang ada disana.
Mereka juga mengerjakan beberapa project untuk berhasil mencapai targetnya mereka.
Bagaimana jika ada siswa yang sulit untuk mengikuti pembelajaran di kelas..
Nah ternyata disana juga ada fasilitas club club belajar yang diadakan oleh orang-orang tua dan bahkan remaja.
Jadi siswa/i berinisiatif tinggi untuk belajar bersama sama dengan orang-orang yang ada disekitarnya.
Mereka sudah sadar dengan kebutuhan belajarnya.
berikut adalah link/sumber referensi dari tulisan saya:
https://www.facebook.com/indah.hendrasari/posts/3291580050862563

2. Menjadi pendamping  dibeberapa kegiatan Perekemahan

Perkemahan itu merupakan kegiatan asyik sekaligus menantang. Orang-orang yang mempunyai hobi berpetualang maka sudah dapat membiasakan diri untuk hidup ala kadarnya di alam bebas.
makakegiatan  kemah ini juga dapat melatih mental dan fisik sesorang. dan dilihat juga dari jenis kegiatana apa saja yang dilaksanakan di dalam perkemahan. berikut adalah manfaat dan tujuan berkemah yang bisa saya kemukakan:

Berkemah memiliki manfaat antara lain :
  1. Mengagumi segala bentuk ciptaan Allah Swt.dan merasa ingin terus menjaga atau melestarikan alam yang Allah beri untuk kita
  2. Melatih kemampuan fisik dan mental. kita harus tahu dan mencoba sampai mana sih batas kemampuan di diri kita sendiri. dan hingga kita dapat melampaui batasan yang ada di diri kita
  3. Mempertajam kemampuan beradaptasi pada lingkungan
  4. Dapat mengenal teman dengan dekat
  5. Kita akan menemukan hal-hal yang baru yang akan mempertebal percaya pada diri pribadi
Lalu apa tujuan dari berkemah?
  1. Memeberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya, menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  2. Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi, menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya, menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
  3. Membina kerjasama dan persatuan dan persaudaraan.
Berikut dapat dilihat foto-foto kegiatan saat berkemah





Rabu, 15 Juni 2016

Datang untuk mencuri harta, namun justru tercuri hati



Dikisahkan bahwa seorang pencuri masuk ke dalam rumah Malik bin Dinar. Akan tetapi, ia tidak menemukan barang apa pun yang dapat dicuri di dalamnya. Tiba-tiba, pencuri itu melihat si pemilik rumah, yaitu Malik, tengah shalat tahajud.

Mengetahui kehadiran orang yang tidak dikenal, Malik segera meringkas shalatnya. Setelah shalat, ia segera menoleh kepada si pencuridan setelah mengucap salam ia lalu berkata, “ wahai saudaraku, semoga Allah SWT mengampunimu. Engkau telah berusaha payah masuk ke dalam rumahku namun tidak mendapatkan barangapa pun. Akan tetapi, saya tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah ini tanpa hasil.”
Setelah berkata demikian, Malik lalu mengambil sepanci air dan kemudian berkata, “ Berwdhulah dan kemudian shalatlah. Sesungguhnya dengan begitu maka sekeluarnya engkau dari sini engkau akan mendapatkan hal yang lebih baik dari yang ingin engkau ambil. “pencuri itu lalu menjawab, “Baiklah. “ ia kemudian berwudhu dan shalat dua rakaat. Setelah shalat, ia lalu berkata, “Wahai Malik, apakah engkau keberatan jika saya menambah shalat dua rakaat lagi?” Malik segera menjawab, “ shalatlah sebanyak yang engkau inginkan. “ si pencuri itu kemudian terus menerus shalat hungga datangnya subuh. Malik lalu berkata kepadanya, “ pulanglah dalam keadaan bahagia,”
Akan tetapi, laki-laki itu justru berkata, “ Wahai tuan, apakah engkau berkenan jika saya tinggal bersamamu disini pada hari ini karena saya telah berniat untuk berpuasa?” Malik menjawab, “Tinggallah selama engkau mau.” Pencuri itu lalu tinggal beberapa hari di rumah Malik. Selama itu, ia senantiasa mengisi waktunya dengan berpuasa dan shalat. Ketika ia akhirnyamemutuskan untuk pulang, laki-laki pencuri itu lalu berkata, “ Wahai Malik sesungguhnya saya telah bertekad untuk bertobat.” Malik menjawab, “terkabul tidaknya ada di tangan Allah SWT.” Pencuri itu lalu bertobat dan betul-betul menjadi orang baik. Di luar, ia lalu bertemu dengan seorang laki-laki yang juga berprofesi sebagai pencuri. Laki-laki itu berkata kepadanya, “saya kira kamu masuk ke sarang harta karun.” Laki-laki yang telah bertobat itu menjawab, “Wahai teman, saya masuk ke dalam rumah Malik bin Dinar dengan maksud mencuri hartanya. Tetapi, ternyata ia yang mencuri hatiku. Saya telah bertobat kepada Allah SWT. Saya akan terus dekat dengan masjid hingga mendapatkan apa yang di dapatkan oleh orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Di kutip dari :  Abu Malik Muhammad, 2011, 4 dari 184 kisah perindu surga, jakarta : Al-Qalam.h.200-201   


           


Enggan makan yang haram walaupun sesuap




Zaid bin Arqam mengisahkan bahwa Abu Bakar ash-shiddiq mempunyai seorang pembantu yang setiap malam datang untuk mengantar makanan. Abu Bakar selalu menanyakan dari mana asal dan bagaimana cara mendapatkan makanan itu sebelum dimakannya.

Tobatnya seorang pelacur




Diceritakan pada zaman dahulu di tengah-tengah Bani Israil hiduplah seorang pelacur yang cantik jelita. Kecantikannya itu sangat memikat orang-orang yang melihatnya. Perempuan itu selalu membiarkan pintu rumahnya terbuka hingga setiap orang yang lewat akan dapat melihatnya tengah duduk di atas ranjang yang sengaja di letakkan persis di depan pintu.

Bekas sujudnya terlihat di tengkorak kepala setelah meninggal




Malik bin Anas berkata, “shafwan bin salim senantiasa shalat di atas rumahnya pada saat musim dingin, sementara di musim panas ia shalat di dalam rumah. Ia tidak pernah meinggalkan shalat malamnya, baik di musim anas maupun dingin.

Senin, 06 Juni 2016

Sampai 2021 Awal Puasa dan Syawal Berpotensi Dirayakan Bersamaan







 Tak ada perbedaan waktu awal Ramadan tahun ini di Indonesia. Baik pemerintah, ormas Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah menjalankan ibadah puasa mulai tanggal 6 Juni 2016. Keseragaman ini diprediksi bakal terjadi sampai lima tahun ke depan.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin menerangkan, di Indonesia ada dua penentuan awal Ramadan dan Syawal, sampai Dzulhijjah, yakni melalui metoda rukyat dan hisab. Keduanya memiliki dalil yang kuat. Namun keduanya juga memiliki kriteria.
Pengguna metoda hisab seperti ormas Muhammadiyah, menggunakan kriteria ketinggian bulan 0 derajat. Sementara NU memiliki kriteria minimal ketinggian bulan 2 derajat. Nah, dalam beberapa tahun lalu, terjadi perbedaan ketinggian ini, atau posisi bulan berada di antara 0-2 derajat, sehingga memunculkan perbedaan.
“Mulai tahun ini sampai 5 tahun ke depan, sampai 2021, posisi bulan pada saat hari rukyat, sudah umumnya di atas 2 derajat, di luar rentang 0-2 derajat,” kata Thomas saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/6/2016).
“Posisi bulan menguntungkan. Bukan di antara 0-2 derajat, maka ada potensi keseragaman penentuan 1 Ramadan, Syawal dan Dzulhijjah,” tambahnya.
Bila dua ormas itu sudah terjadi kesepakatan, biasanya yang lain akan mengikuti. Thomas memprediksi, dalam lima tahun ke depan tidak banyak perdebatan lagi soal penentuan awal Ramadan dan Syawal.

Membuat Kalender Islam
Dalam  masa ‘tenang’ selama lima tahun ke depan, Thomas mengusulkan agar terjadi dialog antara ormas dan pemerintah. Tujuannya, untuk membuat sebuah mekanisme penyeragaman terkait penentuan awal Ramadan dan Lebaran. Ada tiga poin yang bisa dibahas, yakni pertama menentukan otoritas tunggal. Menurut Thomas, perlu ada satu institusi khusus yang bisa diikuti keputusannya secara bersama. “Selama ini ada pemerintah, ada ormas. Keputusan keduanya bisa berbeda. Keputusan pemerintah kadang bisa tidak diikuti oleh ormas,” saran Thomas.
Kedua, perlu ada kriteria tunggal dalam penentuan derajat bulan. Baik Muhammadiyah dan NU bisa berdialog menyepakati kriteria tersebut dengan mengajak serta para ahli astronomi.
“Kriteria itu didasarkan pada data astronomi. Kami sudah menyampaikan data, tinggal ormas melakukan dialog, memilih mana yang bisa diterima,” paparnya.
Ketiga, Thomas mengusulkan agar ada batas wilayah dan batas keberlakuan. Artinya, ada ketentuan mengenai wilayah mana saja penentuan ini diberlakukan. Apakah mengikuti secara global atau wilayah tertentu.
“Jadi ini diharapkan dalam lima tahun masa tenang dialog makin intensif. Saya melihat kecenderungan sekarang di ormas ada generasi muda, lebih melek teknologi informasi, lebih relatif terbuka dan cair untuk dialog,” ungkapnya.

Source: Eramuslim.com