Rabu, 15 Juni 2016

Tobatnya seorang pelacur




Diceritakan pada zaman dahulu di tengah-tengah Bani Israil hiduplah seorang pelacur yang cantik jelita. Kecantikannya itu sangat memikat orang-orang yang melihatnya. Perempuan itu selalu membiarkan pintu rumahnya terbuka hingga setiap orang yang lewat akan dapat melihatnya tengah duduk di atas ranjang yang sengaja di letakkan persis di depan pintu.
Setiap laki-laki yang melihatnya pasti langsung terpikat dengannya. Selanjutnya, ketika laki-laki itu bermaksud berzina dengannya maka ia harus terlebih dahulu menyiapkan uang sekitar sepuluh dinar untuk perempuan itu.
Suatu hari, lewatlah seorang pemuda yang taat di depan pintu rumah pelacur itu. Tanpa sengaja, matanya memandang ke dalam rumah dan melihat perempuan itu tengah duduk di atas ranjang. Tiba-tiba, hati pemuda itu menjadi sangat terpikat. Ia sebenarnya telah berusaha keras untuk melawan gejolak nafsunya serta memperbanyak doa kepada Allah SWT agar menghilangkan bayangan si pelacur, tetapi godaan nafsu ternyata mengalahkannya. Ia lantas berusaha mendapatkan uang guna dapat bertemu dengan si pelacur.
Pada waktu yang dijanjikan datang dan si pemuda telah sampai di rumahnya, si pemuda menemukan si pelacur telah berhias sedemikian rupa dan duduk di atas ranjang. Si pemuda saleh segera masuk ke rumah duduk dan ikut duduk di atas ranjang. Ketika tangannya telah terjulur dan hampir menjamah tubuh pelacur itu, AllahSWT  ternyata melimpahkan nikmat-Nya kepadanya. Dia bermaksud memeliharannya dari perbuatan hina tersebut berkat ketaatan dan ibadahnya yang tulus selama ini. Seketika itu juga, terbetik di dalam hati pemuda saleh itu bahwa Allah SWT tengah melihat perbuatannya itu dari atas ‘Arsasy-Nya. Ia juga segera tersadar dengan perbuatan haram yang akan ia lakukan. Rasa ketakutan sontak meliputi hati si pemuda. Tubuhnya bergetar hebat dan wajahnya menjadi pucat pasi. Melihat gelagat aneh tersebut,  si pelacur lantas bertanya, “ada apa denganmu?” si pemuda lalu menjawab, “sesungguhnya saya takut kepada Allah SWT.karena itu,izinkan saya keluar dari tempat ini.” Perempuan itu menjawab. “sungguh aneh permintaanmu, padahal banyak orang yang justru sangat mendambakan untuk mendapat kesempatan seperti yang engkau peroleh sekarang ini. Hal apa yang membuatmu bersikap seperti ini?” si pemuda menjawab, “sesungguhnya saya takut kepada Allah SWT. Oleh karena itu, izinkan saya keluar. Adapun uang yang telah saya serahkan ambil saja untukmu. “si perempuan berkata lagi, “sepertinya engkau belum pernah berzina sebelumnya?” pemuda saleh itu menjawab, “ Ya. “si perempuan bertanya lagi, “Siapa engkau? Siapa namamu dan  dari mana asalmu?” si pemuda lalu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga pelacur lantas mengizikannya keluar. Setelah berlalu dari tempat itu, tidak henti-hentinya si pemuda mengutuk dirinya sendiri dan menyesali perbuatannya. Ia bahkan sampai menuang-nuangkan debu ke atas kepalanya sebagai tanda penyesalan.
Sementara itu, di dalam rumah, si pelacur tiba-tiba juga merasakan ketakutan kepada Allah SWT sebagai pengaruh dari ucapan si pemuda saleh tadi. Ia berkata dalam hati, “ Bagi pemuda tadi, ini merupakan dosa pertama yang ia lakukan. Akan tetapi, ia telah sedemikian takutnya. Sementara aku telah melakukan praktik keji ini selama bertahun-tahun. Sesugguhnya Tuhan yang ia takuti itu juga merupakan Tuhanku. Oleh karena itu, sudah sepantasnya aku jauh lebih takut kepada-Nya dibandingkan pemuda itu.”
Setelah kejadian tersebut, si pelacur lantas bertobat, menutup tempat praktiknya, mengenakan pakaian yang sopan, serrta menenggelamkan diri dalam ibadah dan tobat kepada AllahSWT. Setelah beberapa lama, tiba-tiba timbul pikiran dalam benak perempuan itu, “sekiranya aku menyusul pemuda tersebut dan menawarkan diri kepadanya. Mudah-mudahan saja ia bersedia menikahiku. Dengan demikian, aku akan hidup bersamanya dan bisa belajar agama lebih banyak lagi. Dengan demikian, ia akan membantuku untuk lebih taat kepada Allah SWT.”
Setelah menimbang-nimbang pikiran tersebut, perempuan itu lalu bersiap-siap untuk berangkat ke kampung si pemuda saleh. Ia membawa serta harta dan pelayan yang dimilikinya. Sesampainya di kampung tersebut, seseorang lalu mengimformasikan kepada si pemuda bahwa ada seorang perempuan yang mencarinya. Setelah pemuda itu berdiri di hadapannya, mantan pelacur itu lalu menyingkapkan cadarnya agar si pemuda mengenalinya. Ketika melihat perempuan itu, si pemuda segera teringat dengan perbuatan yang pernah terjadi di antara mereka. Saking terkejutnya, dengan spontan ia berteriak keras sebelum akhirnya roboh dan langsung meninggal dunia.
Dengan sedih, perempuan itu lalu berkata, “ sesungguhnya kedatangan saya adalah untuk menawarkan pernikahan kepadanya. Akan tetapi, ia kemudian meninggal. Oleh karena itu, apakah ada salah seorang kerabatnya yang ingin menikah?” orang-orang lalu berkata, “ pemuda itu memiliki seorang saudara laki-laki, tetapi miskin.” Perempuan itu menjawab, “ Tidak  apa-apa. Sesungguhnya harta yang saya miliki sudah mencukupi.”  Tidak lama kemudian, saudara si pemuda saleh itu lalu menikahi perempuan tersebut dan dikaruniai tujuh orang anak.[1] 

Di kutip dari :  Abu Malik Muhammad, 2011, 4 dari 184 kisah perindu surga, jakarta :
image location:https://www.google.com/search?q=gambar+perempuantaubat&client

[1] Tanbiih al-Gaafiliin, hlm. 77-78

Tidak ada komentar:

Posting Komentar