BAGAIMANAKAH KHILAFAH AKAN DATANG ?
Khilafah adalah perkara besar yang tak mungkin terlewatkan dalam al Qur’an dan as Sunnah.
Apakah dimasa kita ini khilafah akan berdiri ?
Kapankah masa berdirinya khilafah tersebut ?
Apakah khilafah tersebut didirikan oleh Hizbut Tahrir ?
Atau oleh siapakah ?
Pertanyaan yang insyaAllah sangat mudah bagi mereka yang mempelajari dan mengimani al Qur’an dan as Sunnah.
Allah –subhanahu wa ta’ala- berfirman dalam QS. An Nur [24] :55 ;
“Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman
diantara kalian dan
beramal sholih, Ia akan benar-benar memberikan kepadamu kekuasaan
KEKHILAFAHAN di atas bumi, sebagaimana Dia akan meneguhkan bagi mereka
agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan
merobah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi
aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan
sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang yang fasik.
Ternyata syarat agar kaum muslimin diberi kekuasaan kekhilafahan oleh
Allah, berdasarkan ayat janji Allah -subhanahu wa ta’ala- tersebut
diatas, adalah yang pertama masalah kualitas keimanan ummat Islam itu
sendiri yaitu menjauhkan segala macam kesyirikan dan menutup rapat-rapat
pintu yang mengarah kesana.
Kemudian yang kedua adalah kualitas amal shalih ummat Islam yaitu amal
yang ikhlas dan ittiba’ kepada Rasul semata tanpa ada tambahan-tambahan
baru yang tidak pernah dicontohkan oleh generasi salaful ummah.
1. Kapan khilafah akan Datang
Diriwayatkan oleh Hudzaifah -radliallahuanhu– secara marfu’ kepada Nabi –shallallahu alaihi wa alihi wa salam– beliau bersabda :
“Masa ke Nabi an akan terjadi dalam masa yang dikehendaki oleh Allah.
Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk
mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan sesuai dengan sunnah
Nabi dalam masa yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya
apabila Dia berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah
kerajaan yang sangat berkuasa dalam masa yang dikehendaki Allah.
Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia berkehendak untuk
mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekuasaan diktator dalam waktu yang
dikehendaki Allah. Kemudian Allah akan mencabutnya apabila Dia
berkehendak untuk mencabutnya. Setelah itu berdirilah kekhalifahan
sesuai dengan sunnah Nabi, kemudian beliau –shallallahu alaihi wa alihi wa salam- diam”.
(HR Ahmad dalam Musnad nya, dishahihkan oleh al hafizh Al Iraqi dan al albani)
Keterangan :
Dzahir hadits diatas menjelaskan pada kita bahwa saat ini kita berada
di kurun pasca dan pra khilafah ala manhaj nubuwwah (ditengah-tengah
masa) entah di zaman kerajaan besar atau zaman penguasa yang diktator.
Khilafah ala manhaj nubuwwah akan hadir setelah dua zaman tersebut.
2. Dalil bahwa satu-satunya Khalifah yang Ditunggu Itu adalah Al Mahdi -alaihis salam- dan bukan yang lain
Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Sungguh bumi ini akan dipenuhi oleh kezhaliman dan kesemena-menaan. Dan
apabila kezhaliman dan kesemena-menaan telah penuh, maka Allah akan
mengutus seorang laki-laki yang berasal dari ummatku (dalam hadits lain
keturunanku), namanya seperti namaku, dan nama bapaknya seperti nama
bapak ku. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kemakmuran,
sebagaimana telah dipenuhi sebelum itu oleh kezhaliman dan
kesemena-menaan. Di waktu itu langit tidak akan menahan sedikitpun dari
tetesan airnya, dan bumi tidak akan menahan sedikitpun dari
tanam-tanamannya. Maka ia akan hidup bersama kamu selama 7 tahun atau 8
tahun, dan paling lama 9 tahun”.
(HSR Thabrani, Al Bazzar, dan Abu Nu’aim. Dishahihkan oleh Imam As
Suyuthi dalam Al Jami’ dan disetujui keshahihannya oleh al albani)
Keterangan :
Disini dijelaskan oleh Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa
salam- bahwa sebelum turunnya al Mahdi -alaihis salam- bumi sedang penuh
dengan kezhaliman dan kesemena-menaan , oleh karena itu tidak mungkin
al Mahdi di turunkan setelah adanya khilafah rasyidah akan tetapi dapat
dipastikan bahwa al Mahdi lah khalifah yang pertama kali setelah zaman
kedzaliman ini.
Zaman kedzaliman dan kesemena menaan adalah zaman kita ini, sehingga
setelah ini khilafah hanya akan berdiri oleh al mahdi yang bernama
Muhammad bin Abdillah, bukan oleh organisasi/ harokah manapun.
3. Siapakah khalifah Al Mahdi -alaihis salam-
Bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Akan terjadi suatu perselisihan ketika meninggalnya seorang khalifah
(penguasa pengganti). Maka keluarlah seorang laki-laki dari penduduk
Madinah dan ia lari ke Makkah. Lalu datanglah kepadanya orang-orang yang
berasal dari penduduk Makkah, dan mereka membawa laki-laki tersebut
dengan paksa. Kemudian mereka membai’atnya antara sudut Ka’bah dengan
Maqam Ibrahim”.
(HR Ahmad dan Abu Dawud dari Ummu Salamah –radliallahuanha-,
dishahihkan Al Haitsami dalam Majma’ az Zawaid, dan di hasankan oleh
Ibnul Qayyim, dan terdapat syawahid (penguat) hadits serupa dari ‘Aisyah
–radliallahuanha-)
Keterangan :
Tidak disebutkan oleh hadits ini (Hadits wafatnya seorang khalifah
sebelum munculnya al mahdi) seperti apakah kondisi khalifah yang
meninggal sebelum munculnya al mahdi ini, namun mengingat banyak hadits
menyebutkan bahwa sebelum al mahdi muncul di dunia ini penuh dengan
kedzaliman, maka khalifah yang meninggal ini pastilah bukan khalifah ber
manhaj nubuwwah, dan faktanya memang saat ini telah banyak pihak yang
mengklaim sebagai khalifah, misalnya khalifah NII, Khalifah Jama’ah
Islamiyah, bahkan manhaj salafy (wahhabi di) saudi juga menganggap raja
saudi sebagai khalifah dan banyak diantaranya yang menulis tentang
Daulah Su’udiyah. Dan yang terakhir inilah yang paling berkemungkinan
yang dimaksudkan hadits tersebut mengingat al mahdi muncul di haramain.
Disini dijelaskan oleh Rasulullah –shallallahu alaihi wa alihi wa salam- bahwa al Mahdi -alaihis salam-
adalah salah seorang dari penduduk Haramain, bukan penduduk Indonesia,
bukan penduduk Iran, dan faktanya di haramain hingga kini tidak tampak
eksistensi harokah-harokah Islam melainkan hanya sedikit sekali dan
itupun secara diam diam. Sehingga al mahdi dari dzahir hadits tersebut
sepertinya bukan dari kalangan harokah harokah yang gencar berda’wah di
Indonesia.
Pembaitan al mahdi terjadi di Makkah oleh ulama penduduk haramain
karena waktu itu di Haramain (sekarang masuk wilayah saudi arabia)
sedang terjadi kekosongan kekuasaan pemerintahan akibat meninggalnya
penguasanya sehingga terjadilah pertikaian perebutan kekuasaan. Al mahdi
dibaiat sebagai solusi atas adanya konflik pemerintahan di haramain dan
sekitarnya.
Setelah resmi dibaiat sebagai amir haramain dan sekitarnya (amir
negeri saudi saat ini – wallahua’lam), al mahdi masih menghadapi
tantangan dari penguasa penguasa lainnya di Semenanjung arabia (Timur
Tengah).
4. Siapa Saja yang Akan Diperangi dan Memerangi Al Mahdi -alaihis alam-
Telah bersabda Rasulullah -shallallahu alaihi wa alihi wa salam- :
“Kamu akan memerangi semenanjung arabia, lalu Allah akan menaklukkannya
untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu,
Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu
akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu”.
(HR Muslim dari Nafi’ bin Atabah. Juga Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah)
Keterangan :
Yang dimaksud dengan semenanjung arabia dalam beberapa riwayat adalah
kekuasaan as Sufyani yaitu anak keturunan Khalid bin Zaid bin Abi
Sufyan dari bani Umayyah (pihak ayah) dan bani Kalb (pihak Ibu). As
Sufyani saat itu adalah salah satu penguasa yang berpengaruh di Timur
Tengah, jadi bukan penguasa Iran karena Iran adalah wilayah Persia, juga
bukan penguasa saudi, karena al mahdi lah penguasa saudi saat itu yang
menggantikan dinasti saudi (jika saudi masih ada).
Adapun bangsa Rum kemungkinan adalah bangsa-bangsa barat salibis yang bersatu memerangi al mahdi.
Penutup
Secara ringkas kita bisa menarik kesimpulan bahwa khilafah ala manhaj
nubuwwah akan berdiri tidak oleh harokah harokah da’wah manapun yang
saat ini ada, melainkan didirikan secara spontan oleh ulama dan penduduk
haramain yang membaiat seorang yang sholih dari penduduk haramain
bernama Muhammad bin Abdillah karena saat itu negerinya sedang kosong
kekuasaannya dan terjadi perebutan kekuasaan yang tidak sehat.
Jika sebelum peristiwa itu ada yang mengklaim telah mendirikan
khilafah maka hal itu pasti bukan khilafah ala manhaj nubuwwah namun
bisa jadi hanyalah khilafah ala manhaj Fulan yang mengatasnamakan
khilafah islam, yang menyebut diri sebagai khilafah namun prakteknya
penuh dengan penyimpangan dan kesewenang-wenangan. Sebagaimana dzahir
hadits Nabi yang mengatakan bahwa sebelum berkuasanya al mahdi maka
dunia ini akan dipenuhi kesewenang-wenangan.
Wallahu ta’ala a’lam wahuwal musta’an


Tidak ada komentar:
Posting Komentar