Rabu, 15 Juni 2016

Datang untuk mencuri harta, namun justru tercuri hati



Dikisahkan bahwa seorang pencuri masuk ke dalam rumah Malik bin Dinar. Akan tetapi, ia tidak menemukan barang apa pun yang dapat dicuri di dalamnya. Tiba-tiba, pencuri itu melihat si pemilik rumah, yaitu Malik, tengah shalat tahajud.

Mengetahui kehadiran orang yang tidak dikenal, Malik segera meringkas shalatnya. Setelah shalat, ia segera menoleh kepada si pencuridan setelah mengucap salam ia lalu berkata, “ wahai saudaraku, semoga Allah SWT mengampunimu. Engkau telah berusaha payah masuk ke dalam rumahku namun tidak mendapatkan barangapa pun. Akan tetapi, saya tidak akan membiarkanmu keluar dari rumah ini tanpa hasil.”
Setelah berkata demikian, Malik lalu mengambil sepanci air dan kemudian berkata, “ Berwdhulah dan kemudian shalatlah. Sesungguhnya dengan begitu maka sekeluarnya engkau dari sini engkau akan mendapatkan hal yang lebih baik dari yang ingin engkau ambil. “pencuri itu lalu menjawab, “Baiklah. “ ia kemudian berwudhu dan shalat dua rakaat. Setelah shalat, ia lalu berkata, “Wahai Malik, apakah engkau keberatan jika saya menambah shalat dua rakaat lagi?” Malik segera menjawab, “ shalatlah sebanyak yang engkau inginkan. “ si pencuri itu kemudian terus menerus shalat hungga datangnya subuh. Malik lalu berkata kepadanya, “ pulanglah dalam keadaan bahagia,”
Akan tetapi, laki-laki itu justru berkata, “ Wahai tuan, apakah engkau berkenan jika saya tinggal bersamamu disini pada hari ini karena saya telah berniat untuk berpuasa?” Malik menjawab, “Tinggallah selama engkau mau.” Pencuri itu lalu tinggal beberapa hari di rumah Malik. Selama itu, ia senantiasa mengisi waktunya dengan berpuasa dan shalat. Ketika ia akhirnyamemutuskan untuk pulang, laki-laki pencuri itu lalu berkata, “ Wahai Malik sesungguhnya saya telah bertekad untuk bertobat.” Malik menjawab, “terkabul tidaknya ada di tangan Allah SWT.” Pencuri itu lalu bertobat dan betul-betul menjadi orang baik. Di luar, ia lalu bertemu dengan seorang laki-laki yang juga berprofesi sebagai pencuri. Laki-laki itu berkata kepadanya, “saya kira kamu masuk ke sarang harta karun.” Laki-laki yang telah bertobat itu menjawab, “Wahai teman, saya masuk ke dalam rumah Malik bin Dinar dengan maksud mencuri hartanya. Tetapi, ternyata ia yang mencuri hatiku. Saya telah bertobat kepada Allah SWT. Saya akan terus dekat dengan masjid hingga mendapatkan apa yang di dapatkan oleh orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Di kutip dari :  Abu Malik Muhammad, 2011, 4 dari 184 kisah perindu surga, jakarta : Al-Qalam.h.200-201   


           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar